MARAKNYA KEJAHATAN DALAM DUNIA MAYA
Tahukah
anda, wahai sobat muda? Bahwa
sekarang sedang marak-maraknya kejahatan dalam dunia cyber. Semisal seperti
hacker, penipuan dalam shopping online, pembobolan rekening atm melalui
komputer, dll. Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin majunya teknologi, maka
semakin maju pulalah tindak kejahatan. Pada awalnya kejahatan itu paling banter
maling ayam atau maling sandal (yang lagi diributin di Indonesia sekarang)
sekarang jadi macem-macem. Mulai dari nyolong listrik, nyolong motor, sampai
nyolong hati (loh,loh!). Tapi yang perlu temen-temen tahu ni ya, saya tidak
akan membahas panjang lebar mengenai cyber crime atau kejahatan-kejahatan di
dunia cyber. Kalau teman-teman penasaran dan ingin mengetahui tentang kejahatan
cyber lebih lanjut, silahkan hubungi dosen-dosen di Fakultas Hukum, oke? Karena
saya lebih terkonsentrasi pada kekhususan Hukum Perdata. ^_^
Namun
kejahatan cyber yang sedang populer sekarang adalah adanya kejahatan yang
berkedok pacar/teman via cyber, mulai dari penipuan, penculikan. Jika sobat
muda pernah melihat berita kriminal, pasti kalian sudah sering mendengar berita
tentang gadis-gadis muda yang hilang setelah bertemu dengan teman facebook-nya
atau teman mayanya. Dan yang paling heboh adalah masih ingatkah kalian dengan
pernikahan seorang pria yang tidak tahu bahwa istri yang dinikahinya adalah
laki-laki? Dikarenakan adanya kekurangan fisik pada dirinya? Hal itu dimulai
dari kapan? Ketika mereka bertemu dan berkenalan melalui dunia maya, bukan? Dan
masih banyak lagi kejahatan-kejahatan lainnya. Contoh kasusnya dalam penipuan
shopping online, biasanya cewek-cewek ni, kalo lihat barang kinclong dikit,
mulus dikit atau barang-barang yang hawanya masih bau-bau toko, hawanya pengen
beli gimanaaa gitu (he,he penulis juga gitu si), kasus online shop banyak
melanda kaum hawa (lagi-lagi kok kaum hawa? Ayo tunjukkan kita para wanita
bisa! Loh, apa hubungannya yak???), biasanya kasus penipuan shoping online
yaitu ketika kita tergiur dengan barang yang dipromosikan melalui media
internet. Lalu kita berniat memesan barang yang ditawarkan tersebut, uang sudah
ditransfer tapi barang gag dateng-dateng, nah loh!?? Biasanya kasus seperti ini
dalam dunia nyata, kita bisa menuntut orang itu dalam lingkup bisa perdata bisa
pidana. Tergantung dari kasusnya juga si. Kalau dimasukkin dalam ranah perdata
berarti adanya hak-hak privat seseorang yang dilanggar, jadi disebut dengan wanprestasi.
Karena orang yang melanggar prestasi tersebut tidak mampu untuk membayar
prestasinya (nah,loh! mubeng gag tuh?) Prestasi disini bukan
prestasi yang juara 1,2,3 bukan!!? Tetapi lebih kepada janji seseorang untuk
beri’tikad baik membayar kewajibannya/hutangnya. Kalau perjanjian itu dilanggar
atau orang itu gag bisa bayar hutang/kewajibannya maka dinamakan wanprestasi.
(Bapak/Ibu dosen tolong koreksi saya jika ada yang salah njih pak/bu. Soalnya
pelajaran semester 2 jadi dah lama banget, lupa-lupa ingat! (>~<)
Kalau
mau dimasukkin ranah pidana, bisa saja dengan dikategorikan kedalam penipuan,
penggelapan, money loundrying,dll. Tapi dari semua kejahatan-kejahatan cyber,
sesuai dengan permintaan editor saya akan mengepaskan (bahasanya kok gag enak
banget) atau menyesuaikan dengan tema gaul anak SMA dan pembacanya juga
kebanyakan dari kalangan mahasiswa, maka saya akan memilihkan kejahatan cyber
yang sesuai dengan umur-umur mahasiswa dan anak-anak SMA. Friends..., Pernahkah
kalian dengar mengenai istilah-istilah. Ma’af nuwun sewu seperti
phone-sex, sex-cam. Di luar negeri hal ini lagi populer-populernya lho. (Loh
kok Haliem tau??! Hayo, jangan-jangan...) ya enggaklah! Banyak-banyak baca
artikel ma berita dong, non..
Mengenai
phone-sex yaitu ketika dua orang dalam dunia maya saling bertukar nomer
handphone lalu saling menelpon, mengobrol dan mulai begituan (Mbuh! Disensor
pokoknya. Persepsikan dengan persepsi pembaca masing-masing, oke?) Tetapi orang
yang otaknya isinya cuman sex aja, menganggap phone-sex udah kuno dan gag jaman
lagi. Dengan adanya webcam, maka beralihlah dari phonesex ke sexcam. Dan inilah
yang lebih berbahaya!! Saya tidak mampu lagi untuk membayangkannya. Dalam hal
ini, kalau ketahuan bisa kena Undang-undang pornografi lho! Makanya kawula
muda, kalo mang udah ngebet banget dan ngerasa mampu mending nikah aja! Gag
usah takut dikirain MBA-lah, atau apa lah. Tapi kalo udah ngebet tapi gag siap
lahir-batin mending puasa Senin-Kamis. Kalau perlu puasa Daud sekalian.
Kejahatan
cyber lainnya yang baru-baru ini korbannya banyak menimpa gadis-gadis dan
wanita Indonesia adalah penipuan yang berkedok pernikahan. Pernah denger gag
para sobat-sobatku? Bagi yang belum pernah denger atau yang udah akan sama-sama
saya jelasin. Biasanya hal ini menimpa pada cewek-cewek yang bahasa Inggrisnya
lumayan jadi gag heran kalo cowok-cowok interlokal alias bulenya banyak buanget
di pertemanannya, tujuannya dengan meng-add teman-teman interlokalnya bisa jadi
untuk nambah wawasan atau meningkatkan bahasa inggrisnya doang, ada yang cuman
buat fun sekedar untuk friend ajah, tapi parahnya ada yang mengadd cowok-cowok bule
karena pengen dapet cowok sana dan gag doyan ma cowok lokal. Biar gag tambah
bingung, Haliem kasih ilustrasinya aja ok? Dan ini kisah nyata lho, Haliem
mengambilnya dari bukunya Bapak Moelyonov Abdul Djalil yang menceritakan salah
satu temannya yang udah jadi korban dari dunia maya, dengan nama yang
disamarkan beliau menceritakan detailnya.
Disini diceritakan bagaimana seorang gadis
yang terlalu selektif dalam memilih pasangan. Ia menganggap bahwa laki-laki
lokal bukanlah seleranya (wah,wah). Ia lalu memasang info di account facebook-nya.
Interest : Western only! (Tertarik pada orang bule saja). Karena gadis tersebut
sangatlah cantik dan supel, ditambah dengan kemampuan bahasa Inggrisnya yang
lumayan bagus, maka tak heran dalam waktu kurang dari sebulan teman cowok
bulenya sudah mencapai 200 orang. Setelah itu, si gadis berkenalan dengan cowok
bule bernama P (nama asli telah disamarkan oleh penulis) yang mengaku berasal
dari Itali. Gayung pun bersambut. Setelah beberapa bulan, cowok Itali itu pun
menyatakan perasaannya pada si gadis. Akhirnya mereka pun berpacaran melalui
dunia maya. Yang akhir-akhir ini sangat tren dan marak di berbagai situs
jejaring sosial. Menginjak bulan ke-empat masa pacaran, si P menelpon si gadis
bahwa dia akan datang ke Indonesia dengan maksud melamar dan menikahinya. Tentu
saja hal ini sangat membuatnya bahagia. Ia membayangkan bagaimana anak dari
hasil pernikahan ”indo-bule” nya itu. Cantik dan tampan. Hal ini segera
disambut baik oleh keluarga dengan suka-cita. Pada hari yang dijanjikan, si P
menelpon sedang dalam perjalanan ke Indonesia namun ia tertahan di bagian
imigrasi Bangkok, Thailand. Ia memohon pada si ”X” untuk mengirimkan uang Rp 20
Juta sebagai biaya penebusannya, dan berjanji akan menggantinya setibanya di
Indonesia. Tanpa pikir panjang dan dengan kalang kabut mencari pinjaman
kesana-kemari, si gadis berhasil mengumpulkan uang hingga sampai terkumpul Rp
20 Juta dan segera mentransfernya ke rekening yang telah disebutkan. Tapi apa
daya, setelah uang tersebut ditransfer. Tidak ada kabar lagi dari si P setelah
itu. Seluruh account, BBM, email, dihubungi lewat telepon dan sms tidak bisa. P
raib ditelan bumi!
Nah lalu bagaimana teman-teman menyikapi masalah
ini? Oleh karena itu Haliem mengimbau bahwa kejahatan itu bisa dicegah kok dari
diri kita sendiri, kalau kita sendiri tidak bisa mencegahnya maka kejahatanpun
akan mempunyai peluang. Sekedar tips, jika mang sobat muda ada yang mengalami
kejadian sama persis diatas. Misalnya orang yang mengaku-aku pengen pacaran
dengan anda, minta nomer handphone anda padahal gag kenal trus ngajakin ps
(phone-sex), orang yang ngajakin web-cam trus minta sex-cam, orang yang
ngajakin kopi darat, atau orang yang meng-add anda padahal dirasa gag kenal
blass.. jangan langsung dikonfirm. Kalau menemui orang-orang semacam itu,
langsung blokir aja! Memang benar mencari jodoh melalui dunia maya sangatlah
ampuh bagi seseorang untuk segera mendapatkan tambatan hatinya. Disekeliling
anda mungkin pernah menemukan orang yang berpacaran akhirnya menikah karena mereka
berhasil menemukan jodohnya melalui dunia maya. It’s lucky! Tapi itu gag
sebanding dengan kejahatan-kejahatan yang dihasilkan oleh dunia maya juga.
Lebih banyak mana orang yang berhasil menemukan jodohnya lewat facebook
dengan kejahatan-kejahatan yang disebabkan gara-gara facebook ? seperti
penculikan setelah kopi darat, pemerkosaan, penipuan, bahkan yang paling parah
pembunuhan! ( 1:10 Manfaatnya 1, mudhorotnya 10). Jadi berhati-hatilah dan
selalu waspada sobat muda. Mempunyai teman sebanyak-banyaknya dalam dunia maya
gag dilarang kok! Menandakan bahwa kamu itu orangnya supel dan asyik buat
temenan tapi bertemanlah secara wajar ^.<
Akhir kata, kalau ada yang salah saya mohon ma’af dan
koreksinya saya tunggu, teman! Tapi kalau ada yang bener, diambil manfaatnya
saja. Karena kebenaran itu mutlak hanyalah milik Allah. Gamsahamnida and wassalam..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar