Sabtu, 11 Januari 2014


MARAKNYA KEJAHATAN DALAM DUNIA MAYA
           
Tahukah anda, wahai sobat muda? Bahwa sekarang sedang marak-maraknya kejahatan dalam dunia cyber. Semisal seperti hacker, penipuan dalam shopping online, pembobolan rekening atm melalui komputer, dll. Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin majunya teknologi, maka semakin maju pulalah tindak kejahatan. Pada awalnya kejahatan itu paling banter maling ayam atau maling sandal (yang lagi diributin di Indonesia sekarang) sekarang jadi macem-macem. Mulai dari nyolong listrik, nyolong motor, sampai nyolong hati (loh,loh!). Tapi yang perlu temen-temen tahu ni ya, saya tidak akan membahas panjang lebar mengenai cyber crime atau kejahatan-kejahatan di dunia cyber. Kalau teman-teman penasaran dan ingin mengetahui tentang kejahatan cyber lebih lanjut, silahkan hubungi dosen-dosen di Fakultas Hukum, oke? Karena saya lebih terkonsentrasi pada kekhususan Hukum Perdata. ^_^
            Namun kejahatan cyber yang sedang populer sekarang adalah adanya kejahatan yang berkedok pacar/teman via cyber, mulai dari penipuan, penculikan. Jika sobat muda pernah melihat berita kriminal, pasti kalian sudah sering mendengar berita tentang gadis-gadis muda yang hilang setelah bertemu dengan teman facebook-nya atau teman mayanya. Dan yang paling heboh adalah masih ingatkah kalian dengan pernikahan seorang pria yang tidak tahu bahwa istri yang dinikahinya adalah laki-laki? Dikarenakan adanya kekurangan fisik pada dirinya? Hal itu dimulai dari kapan? Ketika mereka bertemu dan berkenalan melalui dunia maya, bukan? Dan masih banyak lagi kejahatan-kejahatan lainnya. Contoh kasusnya dalam penipuan shopping online, biasanya cewek-cewek ni, kalo lihat barang kinclong dikit, mulus dikit atau barang-barang yang hawanya masih bau-bau toko, hawanya pengen beli gimanaaa gitu (he,he penulis juga gitu si), kasus online shop banyak melanda kaum hawa (lagi-lagi kok kaum hawa? Ayo tunjukkan kita para wanita bisa! Loh, apa hubungannya yak???), biasanya kasus penipuan shoping online yaitu ketika kita tergiur dengan barang yang dipromosikan melalui media internet. Lalu kita berniat memesan barang yang ditawarkan tersebut, uang sudah ditransfer tapi barang gag dateng-dateng, nah loh!?? Biasanya kasus seperti ini dalam dunia nyata, kita bisa menuntut orang itu dalam lingkup bisa perdata bisa pidana. Tergantung dari kasusnya juga si. Kalau dimasukkin dalam ranah perdata berarti adanya hak-hak privat seseorang yang dilanggar, jadi disebut dengan wanprestasi. Karena orang yang melanggar prestasi tersebut tidak mampu untuk membayar prestasinya (nah,loh! mubeng gag tuh?) Prestasi disini bukan prestasi yang juara 1,2,3 bukan!!? Tetapi lebih kepada janji seseorang untuk beri’tikad baik membayar kewajibannya/hutangnya. Kalau perjanjian itu dilanggar atau orang itu gag bisa bayar hutang/kewajibannya maka dinamakan wanprestasi. (Bapak/Ibu dosen tolong koreksi saya jika ada yang salah njih pak/bu. Soalnya pelajaran semester 2 jadi dah lama banget, lupa-lupa ingat! (>~<)
            Kalau mau dimasukkin ranah pidana, bisa saja dengan dikategorikan kedalam penipuan, penggelapan, money loundrying,dll. Tapi dari semua kejahatan-kejahatan cyber, sesuai dengan permintaan editor saya akan mengepaskan (bahasanya kok gag enak banget) atau menyesuaikan dengan tema gaul anak SMA dan pembacanya juga kebanyakan dari kalangan mahasiswa, maka saya akan memilihkan kejahatan cyber yang sesuai dengan umur-umur mahasiswa dan anak-anak SMA. Friends..., Pernahkah kalian dengar mengenai istilah-istilah. Ma’af nuwun sewu seperti phone-sex, sex-cam. Di luar negeri hal ini lagi populer-populernya lho. (Loh kok Haliem tau??! Hayo, jangan-jangan...) ya enggaklah! Banyak-banyak baca artikel ma berita dong, non..
            Mengenai phone-sex yaitu ketika dua orang dalam dunia maya saling bertukar nomer handphone lalu saling menelpon, mengobrol dan mulai begituan (Mbuh! Disensor pokoknya. Persepsikan dengan persepsi pembaca masing-masing, oke?) Tetapi orang yang otaknya isinya cuman sex aja, menganggap phone-sex udah kuno dan gag jaman lagi. Dengan adanya webcam, maka beralihlah dari phonesex ke sexcam. Dan inilah yang lebih berbahaya!! Saya tidak mampu lagi untuk membayangkannya. Dalam hal ini, kalau ketahuan bisa kena Undang-undang pornografi lho! Makanya kawula muda, kalo mang udah ngebet banget dan ngerasa mampu mending nikah aja! Gag usah takut dikirain MBA-lah, atau apa lah. Tapi kalo udah ngebet tapi gag siap lahir-batin mending puasa Senin-Kamis. Kalau perlu puasa Daud sekalian.
            Kejahatan cyber lainnya yang baru-baru ini korbannya banyak menimpa gadis-gadis dan wanita Indonesia adalah penipuan yang berkedok pernikahan. Pernah denger gag para sobat-sobatku? Bagi yang belum pernah denger atau yang udah akan sama-sama saya jelasin. Biasanya hal ini menimpa pada cewek-cewek yang bahasa Inggrisnya lumayan jadi gag heran kalo cowok-cowok interlokal alias bulenya banyak buanget di pertemanannya, tujuannya dengan meng-add teman-teman interlokalnya bisa jadi untuk nambah wawasan atau meningkatkan bahasa inggrisnya doang, ada yang cuman buat fun sekedar untuk friend ajah, tapi parahnya ada yang mengadd cowok-cowok bule karena pengen dapet cowok sana dan gag doyan ma cowok lokal. Biar gag tambah bingung, Haliem kasih ilustrasinya aja ok? Dan ini kisah nyata lho, Haliem mengambilnya dari bukunya Bapak Moelyonov Abdul Djalil yang menceritakan salah satu temannya yang udah jadi korban dari dunia maya, dengan nama yang disamarkan beliau menceritakan detailnya.
            Disini diceritakan bagaimana seorang gadis yang terlalu selektif dalam memilih pasangan. Ia menganggap bahwa laki-laki lokal bukanlah seleranya (wah,wah). Ia lalu memasang info di account facebook-nya. Interest : Western only! (Tertarik pada orang bule saja). Karena gadis tersebut sangatlah cantik dan supel, ditambah dengan kemampuan bahasa Inggrisnya yang lumayan bagus, maka tak heran dalam waktu kurang dari sebulan teman cowok bulenya sudah mencapai 200 orang. Setelah itu, si gadis berkenalan dengan cowok bule bernama P (nama asli telah disamarkan oleh penulis) yang mengaku berasal dari Itali. Gayung pun bersambut. Setelah beberapa bulan, cowok Itali itu pun menyatakan perasaannya pada si gadis. Akhirnya mereka pun berpacaran melalui dunia maya. Yang akhir-akhir ini sangat tren dan marak di berbagai situs jejaring sosial. Menginjak bulan ke-empat masa pacaran, si P menelpon si gadis bahwa dia akan datang ke Indonesia dengan maksud melamar dan menikahinya. Tentu saja hal ini sangat membuatnya bahagia. Ia membayangkan bagaimana anak dari hasil pernikahan ”indo-bule” nya itu. Cantik dan tampan. Hal ini segera disambut baik oleh keluarga dengan suka-cita. Pada hari yang dijanjikan, si P menelpon sedang dalam perjalanan ke Indonesia namun ia tertahan di bagian imigrasi Bangkok, Thailand. Ia memohon pada si ”X” untuk mengirimkan uang Rp 20 Juta sebagai biaya penebusannya, dan berjanji akan menggantinya setibanya di Indonesia. Tanpa pikir panjang dan dengan kalang kabut mencari pinjaman kesana-kemari, si gadis berhasil mengumpulkan uang hingga sampai terkumpul Rp 20 Juta dan segera mentransfernya ke rekening yang telah disebutkan. Tapi apa daya, setelah uang tersebut ditransfer. Tidak ada kabar lagi dari si P setelah itu. Seluruh account, BBM, email, dihubungi lewat telepon dan sms tidak bisa. P raib ditelan bumi!
            Nah lalu bagaimana teman-teman menyikapi masalah ini? Oleh karena itu Haliem mengimbau bahwa kejahatan itu bisa dicegah kok dari diri kita sendiri, kalau kita sendiri tidak bisa mencegahnya maka kejahatanpun akan mempunyai peluang. Sekedar tips, jika mang sobat muda ada yang mengalami kejadian sama persis diatas. Misalnya orang yang mengaku-aku pengen pacaran dengan anda, minta nomer handphone anda padahal gag kenal trus ngajakin ps (phone-sex), orang yang ngajakin web-cam trus minta sex-cam, orang yang ngajakin kopi darat, atau orang yang meng-add anda padahal dirasa gag kenal blass.. jangan langsung dikonfirm. Kalau menemui orang-orang semacam itu, langsung blokir aja! Memang benar mencari jodoh melalui dunia maya sangatlah ampuh bagi seseorang untuk segera mendapatkan tambatan hatinya. Disekeliling anda mungkin pernah menemukan orang yang berpacaran akhirnya menikah karena mereka berhasil menemukan jodohnya melalui dunia maya. It’s lucky! Tapi itu gag sebanding dengan kejahatan-kejahatan yang dihasilkan oleh dunia maya juga. Lebih banyak mana orang yang berhasil menemukan jodohnya lewat facebook dengan kejahatan-kejahatan yang disebabkan gara-gara facebook ? seperti penculikan setelah kopi darat, pemerkosaan, penipuan, bahkan yang paling parah pembunuhan! ( 1:10 Manfaatnya 1, mudhorotnya 10). Jadi berhati-hatilah dan selalu waspada sobat muda. Mempunyai teman sebanyak-banyaknya dalam dunia maya gag dilarang kok! Menandakan bahwa kamu itu orangnya supel dan asyik buat temenan tapi bertemanlah secara wajar ^.<
            Akhir kata, kalau ada yang salah saya mohon ma’af dan koreksinya saya tunggu, teman! Tapi kalau ada yang bener, diambil manfaatnya saja. Karena kebenaran itu mutlak hanyalah milik Allah. Gamsahamnida and wassalam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar